Begini Cara Manajemen Waktu Sesuai dengan Al-Qur’an dan Sunnah agar Berkah

Begini Cara Manajemen Waktu Sesuai dengan Al-Qur’an dan Sunnah agar Berkah

12923
3
SHARE

Assalamualaikum yaa akhie. Berjumpa lagi dengan ane. Pada kesempatan kali ini Ane mau nge-share atau pingin berbagi masalah bagaimana caranya untuk manajemen waktu sesuai dengan Alquran dan Sunnah agar lebih berkah.

Sebelumnya ane udah pernah ngepost juga artikel tentang cara ajaib menjadi produktif sepanjang hari

Manajemen waktu

Ini materinya admin rangkum dari kajian di YouTube. Ternyata setelah dipikir-pikir manajemen waktu yang mungkin selama ini kita lakukan itu salah besar Kenapa karena kita hanya terfokus pada masalah dunia atau bagaimana cara memanajemen waktu dalam versi duniawi sehingga terkadang bahkan sering kita menjadi diperbudak dunia dan lupa seharusnya kita bisa mengimbangi antara urusan dunia dan urusan akhirat.

Gini ya, kita mulai dari masalah nafkah ,
Masalah nafkah bukan masalah banting membanting tulang. masalah nafkah itu adalah masalah Taqwa sesuai dengan yang disebutkan dalam Al Quran surah Qs. Ath Tholaq : 2-3

“Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah , maka Allah akan berikan jalan keluar dan memberinya rezeki dari arah yang tidak iya duga-duga”

Nabi bersabda dalam hadits Tirmidzi “kalau kalian benar-benar bertawakal dengan tawakal yang sebenar-benarnya maka Allah akan berikan kalian rezeki sebagaimana Allah memberikan rezeki kepada seekor burung”.

Burung keluar di pagi hari dalam kondisi lapar dan pulang di sore hari. Burung pulangnya sore bukan jam 12.00 malam.

Ada nggak burung pulang jam 12.00 malam ? Enggak nggak ada. Burung pulang sore dan kenyang Dan bahwa rizki buat anak-anaknya.

Keberkahan teman-teman. Ini bukan masalah kuantitas Berapa lama kita bekerja tapi kualitas iman dan taqwa kita serta ikhtiar yang maksimal .

yang maksimal bukan bekerja sampai jam 12.00 malam sampai jam 02.00 malam lalu weekend kita pakai untuk nambah nambah atau cari sampingan sehingga kita lupa ngaji, kita lupa belajar, kita lupa ibadah. ini nggak berkah namanya.

Ingat ya burung bisa enjoy menikmati kehidupannya. pulang sore, pulang sore dalam kondisi tenang, kenyang dan bisa kasih anak-anaknya makanan.

berkah soalnya karena taqwa, karena burung juga nggak maksiat, karena burung nggak nipu orang , karena burung berdzikir kepada Allah.

setiap binatang itu berdzikir kepada Allah kita lupa zikir lupa ngaji akhirnya kita diperbudak oleh dunia.

Allah kasih kita 168 jam per pekan Masa nggak punya waktu 2 jam untuk belajar agama Sesibuk itukah kita. Bayangkan 168 jam massa 2 jam gak ada waktu untuk belajar agama sibuk banget kita.

Nabi aja kalah sibuk sama kita. nabi itu Rasul umatnya banyak lalu kepala negara lalu pemegang kunci Baitul Mal lalu panglima perang. kalau bahasa kita panglima tentara nasional Indonesia, itu masih sempat belajar dengan malaikat Jibril. kita Presiden bukan menteri bukan Panglima TNI nggak sempet belajar.. Subhanallah Ini nyari apa sih dalam hidup

Nabi istri 9. kita istri satu banyak dan banyak yang jomblo nggak ngaji ngaji gimana sih. Ini diperbudak dunia. ini ada yang salah dalam hidup kita nggak bisa dan semakin kita diperbudak dunia maka kita semakin sengsara.

Jadi manajemen waktu yang baik itu adalah mampu kapan waktu untuk dunia kapan waktu untuk akhirat.

Kapan waktunya kita belajar kuliah berorganisasi kapan waktunya untuk beribadah. Ketika masuk magrib maka Seluruh aktivitas dunia harus kita fokus untuk beribadah untuk kepentingan akhirat.

Jika ada tugas kampus maka usahakan detik gitu juga selesai tidak mengganggu waktu ibadah ikan sebelum maghrib itu seluruh tugas kampus maupun organisasi itu dipastikan telah selesai dikerjakan dengan sungguh-sungguh.

Sudahkan dijelaskan tadi bahwa nabi itu juga tanggung jawabnya banyak yang pertama adalah umatnya banyak perang panglima perang pemegang kunci Baitul mal atau bisa kita sebut sebagai Menteri Keuangan menteri Keuangan, seorang Rasul sempat belajar agama sama malaikat Jibril… Masa kita yang bukan siapa-siapa ini yang tidak memiliki banyak tanggung jawab masih males-malesan buat belajar agama. Pantesan sih hidup tidak berkah. Introspeksi diri dulu.

Makanya ulama dulu cari nafkah setiap hari hanya 2 jam bisa eksis. ada ulama tukang jam beliau tidak setiap hari kerja kalau dia kerja paling hanya 2 sampai 3 jam selesai itu tutup lanjut belajar baca belajar dan seterusnya. keberkahan ini yang hilang. kita harus kembali kepada Bagaimana mengatur waktu sesuai dengan Alquran dan sunnah nabi Shallallahu Alaihi Wasallam

3 COMMENTS

  1. Assalamualaikum akh, artikel dari antum menurut ane agak kuranh cocok untuk org” yg baru “comeback”, mereka lebih ngena dg pdkt” yg lebih logis. Ibarat org dapet ujian terus dibilangin “sabar ya”, iya tau sabar tapi terkadang kita perlu sesuatu quote yg lebih ngena dari sekedar ucapan sabar.

LEAVE A REPLY