Kata Jenius Bukan hanya untuk Orang yang Jago Ngitung!

Kata Jenius Bukan hanya untuk Orang yang Jago Ngitung!

2637
4
SHARE
orang jenius bukan istilah untuk orang yang jago ngiitung

Hello Makeitationers!

Mungkin lo udah familiar banget yah dengan tokoh-tokoh jenius yang ada didunia ini. The most popular-nya udah pasti banget tuh, Albert Einstein. Seorang fisikawan yang mendedikasikan hidupnya untuk mempelajari hal-hal yang sifatnya “spooky” (istilahnya Einstein), atau hal yang tidak terlihat tapi bisa sangat dirasakan kebaradaan di dunia ini, seperti cahaya dan gravitasi. Tentunya lo sangat mengenal dia karena dia memang terkenalnya pada zaman modern.

albert einstein salah satu orang jenius

Seperti yang gue bilang diatas, selain Albert Einstein, ada banyak lagi tokoh-tokoh jenius, seperti Al-Khawarizmi, Sir Isaac Newton, Leonardo da Vinci, Alan Turing, dan masih banyak lagi. Lo bisa cari tau tokoh-tokoh itu dilain waktu karena kali ini gue nggak sedang jelasin biografinya orang jenius yah!

Ngomongin tentang jenius, apa sih yang ada dibenak lo jika mendengar kata ini? Apakah orang jenius itu ahli menghitung? Apakah jenius itu orang yang merumus hingga berpapan-papan? Atauka yang hal yang lainnya, pokoknya ada hubungannya dengan hitung-hitungan dan rumus-rumus?

Mungkin dalam perspektif lo, hal-hal diatas ada benarnya juga karena memang semua sumber dan media yang kita dapat, orang-orang jenius itu ditampilkan sebagai orang-orang yang sangat ahli menghitung dan pembuat rumus-rumus yang sangat kompleks. Pokoknya orang-orang jenius itu, orang-orang yang seumur hidupnya itu dihabiskan untuk menghitung sampai-sampai rambutnya nggak karuan.

Selama perjalanan gue menonton sekaligus mempelajari siapa sih orang jenius itu sebenernya, ternyata asumsi kita terhadap orang-orang jenius itu kurang tepat. Kita cenderung mengonsepkan bahwa orang jenius itu ahli menghitung dan menyelamkan dirinya ke dalam kolam rumus setiap harinya. Sehingga lo jangan heran yah, kalo anak yang jago matematika, fisika, kimia, dan semua pelajaran yang sifatnya menghitung di sekolah lo itu, dianggap paling pintar. Sedangkan dilain sisi, pelajaran yang sifatnya sosial, hanya dipandang sebelah mata, walaupun mereka bener-bener menguasainya pelajarannya.

Dalam pembahasan kali ini, gue memang harus bener-bener ngelurusin tentang konsep jenius ini dan cara pandang kita terhadap mereka. So, let me explain it!

*

“Apa sih sebenernya jenius itu?”

Gue tekankan dari sekarang, kalo orang jenius itu bukan hanya orang-orang yang hebat dan ahli dalam menghitung yah. Orang jenius itu sebenernya orang yang bisa merasakan atau melihat suatu hal yang orang lain nggak, padahal mereka keduanya itu sama-sama sedang menggeluti hal tersebut. Orang jenius itu punya perspektif yang sangat beda bahkan diluar nalar orang lain loh, dan dia sangat meyakini bahwa yang dia rasakan itu benar sedangkan orang lian tidak.

Semua orang jenius itu merupakan orang-orang yang gila belajar terhadap sesuatu yang disukainya dan diyakininya. Saat mereka melihat dan merasakan sesuatu dibidangnya ada yang salah, mereka rela mencari tau itu dengan bener-bener menyelam ke dalam pemikiran mereka untuk menemukan solusi.

Jika lo kenal dengan Pablo Picasso, dia adalah seorang pelukis jenius di zamannya Albert Einstein. Dia terkenal jenius karena dia bisa melihat sesuatu yang orang nggak bisa lihat dari objek lukisannya. Dia dapat melihat sisi buruk atau jahat dari objek lukisannya yang kemudian dia gambar. Saking diakuinya dia sebagai seorang yang jenius, biografi diabadikan dalam Genius 2: Pablo Picasso, setelah Genius 1: Albert Einstein.

orang jenius itu bukan hanya orang yang jago ngitung aja orang jenius itu bukan hanya orang yang jago ngitung aja orang jenius itu bukan hanya orang yang jago ngitung aja

 

Udah lihat kan, 3 lukisan diatas? Gimana? Style lukisannya ini sangat berbeda banget dari umumnya pelukis, dan untuk menikmatinya saja sulit. Hanya dia yang dapat melihat perspektif ini pada objek lukisannya, sedangkan orang lain nggak melihat perspektif ini.

Jadi, lo jangan berpikir lagi kalo orang jenius itu hanya orang yang jago menghitung yah. Akan tetapi, semua orang yang punya perspektif terhadap sesuatu yang sangat berbeda dari biasanya dan sementara orang lain nggak itu orang JENIUS.

**

Oke, gue anggap lo udah ngerti dengan konsep jenius diatas yah? Sip, sekarang menuju ke pertanyaan selanjutnya

“Gimana sih orang-orang itu bisa jadi jenius?”

Banyak orang berpikir kalo orang-orang jenius itu memang karena IQ mereka udah tinggi dari lahirnya, atau istilahnya orang kita, “Udah dari sononya emang pinter gitu!”. Tapi, setelah gue cari tau, banyak kok orang-orang yang jenius itu tingkat pemikirannya itu awalnya rendah dan dicap sebagai orang bodoh atau idiot, seperti Albert Einstein dan Thomas Alfa Edison, keduanya dikeluarkan dari sekolah karena dicap sebagai seorang yang bodoh atau idiot.

Jadi, IQ itu saya pikir bisa dikembangkan dengan belajar dengan sungguh-sungguh apa yang kita suka, atau disebut passion. Mungkin lain kali, gue akan bahas pengaruh passion itu lebih dari IQ!

Ada beberapa kesamaan yang gue perhatiin dalam kehidupannya orang-orang jenius yang pernah gue tonton:

1. Immerse (More Thinking and Action)

Kata Jenius Bukan hanya untuk Orang yang Jago Ngitung!

Mereka, orang-orang jenius, itu bener-bener membuat dirinya menyatu dengan permasalahan-permasalahan yang dihadapinya. Ditengah permasalahan yang mereka hadapi, seperti gue bilang, mereka bener-bener membenamkan dirinya dalam permasalahannya dan berpikir, “Kenapa hal ini bisa terjadi? Gimana sih hal ini bisa terjadi?” dan banyak lagi pertanyaan yang sifat mendasar untuk mengupas masalah-masalah mereka.

Selain berpikir, mereka juga melakukan action yang sudah bener-bener mereka pikirkan, dan jika salah, mereka akan memikirkan ulang lagi dan mengulang kembali dengan pemikiran terbarunya. Pokoknya orang jenius itu, jam terbang berpikir dan eksperimennya tinggi banget. Itu kenapa orang-orang jenius pada akhirnya mendapat kesuksesan besar dalam hidupnya.

2. Break the rules (Different with Others)

Kata Jenius Bukan hanya untuk Orang yang Jago Ngitung!

Kebanyakan orang-orang biasa belajarnya bener-bener mengikuti hukum atau aturan tertentu, padahal mereka nggak tau kalo hal yang mereka pelajari itu sebenernya salah.

Ini kisah nyata, di jamannya Einstein, orang-orang berpegang teguh kepada teori yang Einstein anggap salah, yaitu teorinya Newton (dari 200 tahun lalu di jamannya Einstein), menyatakan kalo waktu itu absolute. Tapi Einstein nggak menelan itu bulat-bulat dan mempelajarinya seperti orang-orang biasa. Dia ngerasa ada yang salah dengan teori itu. Kemudian, dia mempelajari teori itu dengan cara yang berbeda, yaitu dengan berpikir berbeda dari kaidahnya. Akhirnya, dia bener-bener menyatakan bahwa waktu itu nggak absolut, dan dunia mengakui hasil pemikiran breaking the rule-nya.

3. Imagine (See and Feel What they’re Thinking)

Kata Jenius Bukan hanya untuk Orang yang Jago Ngitung!

Ini nih hal yang paling gue suka dari orang-orang jenius. Saat melihat dan memperhatikan sisi yang berbeda dari suatu hal, mereka seperti melihat bahwa perspektif berbeda meraka itu benar-benar terlihat dimata atau terasa dibenak mereka. Imaginasi ini membawa mereka kepada deskripsi atau gambaran nyata tentang apa yang mereka lihat atau rasakan. Ini yang menyebabkan orang-orang jenius bener-bener punya pemahaman yang hebat dan beda banget dari orang biasanya.

4. Over-sure (Really Believed in Their Thinking)

Kata Jenius Bukan hanya untuk Orang yang Jago Ngitung!

Pernah dengar nggak lo denger orang jenius itu dipanggil orang gila? Pasti pernah kan? Keyakinan mereka terhadap sesuatu yang mereka bener-bener pikirkan itu sangat tinggi, bahkan sangat berlebihan. Ini bukan hal yang buruk loh! Berlebihannya mereka ini punya alasan. Orang-orang jenius merasa sangat yakin karena mereka mereka bener-bener melihat atau merasakan sebuah permasalahan itu terjadi didepan mereka. Jadi ini alasannya kenapa mereka terpacu untuk melakukan suatu hal, walaupun mereka disebut gila.

(Baca : Cara mengubah respon buruk menjadi pemacu kesuksesan lo)

***

MAKE IT ACTION!

So, mulai dari detik ini lo harus ganti konsep dipikiran lo tentang jenius, yaitu bukan hanya orang-orang yang jago ngitung dan ngulik berpapan-papan rumus kompleks, tapi seluruh jenis passion yang dilakukan oleh orang-orang dengan perspektif yang beda banget dari pemikiran orang biasanya, itu orang jenius. Juga, lo harus renungin kalo lo juga bisa jadi jenius dengan mengembangkan passion lo sendiri menggunakan 4 poin diatas.

Wassalam.

4 COMMENTS

LEAVE A REPLY