Mengubah mindset dapat mengubah hidup kita! Kok bisa?

Mengubah mindset dapat mengubah hidup kita! Kok bisa?

9467
5
SHARE
Fixed and Growth Mindset

Assalamu’alaikum, Makeitationers!

Sekarang kita banyak sekali menyaksikan contoh-contoh nyata yang dulunya merupakan hal yang hanya dianggap khayalan atau imajinasi semata.

Apakah kalian pernah membayangkan tidak, onggokan logam berton-ton yang disebut pesawat terbang itu bisa terbang di udara?

Dan apakah kalian pernah membayangkan juga tidak, bahwa sekarang kita bisa berkomunikasi dari jarak jauh dengan teman-teman kita melalui segenggam perangkat kecil yang disebut handphone?

Dan masih banyak lagi hal-hal yang sangat luar bisa tercipta dari apa yang dinamakan Mindset.

Mindset merupakan bahasa inggris dari kata “Pola Pikir” yang bararti suatu pola dari cara manusia berpikir dan menyimpulkan suatu hal. Manusia merupakan satu-satunya makhluk yang memiliki kemampuan dalam mengatur dan mengendalikan hidupnya, karena Tuhan menganugerahi mereka akal atau pikiran. Dengan akal atau pikirannya, manusia mampu melakukan apapun yang mereka pikirkan sampai batas kemampuan terakhirnya dalam mengusahakan sesuatu.

Tiba-tiba muncul pertanyaan, “Kan semua manusia punya mindset, tapi kok nggak semuanya yang saya lihat bisa menciptakan atau menghasilkan sesuatu?”, kira-kira itu hal yang mengherankan kita semua.

Tunggu dulu! Saya belum menjelaskan mindset seperti apa sih yang membuat manusia bisa melakukan hal-hal luar biasa seperti yang sudah jelaskan diatas.

Ada dua jenis mindset yang mempengaruhi produktifitas manusia, yaitu:

  • Fixed-mindset (Mindset yang tetap)

Kok pak Habibie jenius sekali ya? Bisa bikin pesawat kayak gitu! Takdirnya mungkin dilahirkan jenius! Nggak seperti saya, boro-boro mau bikin pesawat, ulangan fisika aja remidial terus!

B.J. Habibie

B.J. HABIBIE

Contoh diatas merupakan orang yang memiliki fixed-mindset. Mindset ini akan membuat produktifitas manusia stagnan (tetap/nggak berubah-ubah) karena apapun yang terjadi disekitarnya akan selalu direspon negatif, yaitu dengan kata “tidak bisa” dipikirannya. Saat mereka yang memiliki mindset ini mendengar atau melihat suatu hal yang luar biasa. Mereka menganggap hal itu diluar jangkuan pikirannya, sehingga membuat kepercayaan dirinya turun.

  • Growth-mindset (Mindset yang bertumbuh)

Wow! gila tuh Eminem bisa nge-rap secepat itu! Tunggu ya, sebentar lagi nih Rap God gue kuasain!” (Rap God merupakan lagu tercepat dan terpanjang lyric-nya yang pernah dibawakan oleh Eminem dan pada bagian “Summa, lumma, dooma, lumma…” dengan kecepatan yaitu 11,4 kosa per detik.)

Ini merupakan jenis yang berlawanan dengan fixed-mindset. Ketika mendengar atau melihat sesuatu yang luar biasa, mereka yang punya growth-mindset akan semakin memacu dirinya untuk bisa melakukan hal yang luar biasa juga. Intinya, mereka akan merasa tertantang untuk melakukan sesuatu yang luar bisa juga dan membuat mereka semakin produktif lagi.

**

Perspektif dalam kehidupan seseorang yang didasari jenis mindset-nya pun berbeda-beda. Mereka yang memiliki fixed-mindset cenderung memikirkan apakah mereka sudah kelihatan pintar, hebat, atau mengesankan didepan orang-orang atau tidak. Ini disebabkan oleh otak mereka yang selalu memikirkan hasil dari sesuatu yang dilihat atau didengarnya tanpa melihat usaha yang orang lain. Intinya, mereka fokus dengan hasilnya daripada melihat usaha seseorang.

Mereka yang memiliki growth-mindset cenderung memikirkan sejauh mana mereka mengerti atau faham suatu hal. Ini disebabkan oleh otak mereka yang merefleksikan sesuatu yang luar biasa dari seseorang kedalam usaha yang akan mereka lakukan. Mereka cenderung fokus terhadap usahanya daripada hasil yang luar biasa dari seseorang yang dilihat atau didengarnya.

Owh.. begitu ya! Sekarang saya sudah paham. Tapi apa bisa mindset saya dirubah ke growth-mindset? Kalau bisa, bagaimana caranya?”, kira-kira itu pertanyaan kalian setelah membaca perjelasan jenis-jenis mindset diatas.

Memang sebagian besar dari kita memiliki fixed-mindset saat menyaksikan sesuatu yang luar biasa atau diluar kemapuan kita, dan hal ini wajar terjadi, entah itu dibidang pelajaran, cara bersosialisasi, hobi, profesi, dan banyak lagi. Tapi semua hal itu bisa diatasi dengan sengaja untuk mencoba membentuk growth-mindset pada pikiran secara bertahap, bahwa kita bisa melakukan apa yang kita inginkan.

Saya juga sudah menjelaskan diatas tentang perspektif dari jenis-jenis mindset itu sendiri, dengan mencoba mengubah sudut pandang kita yaitu, dengan cenderung lebih melihat usaha daripada hasil dari seseorang dapat membuat mindset kita berubah ke growth-mindset.

Sekedar mau share pengalaman saya sedikit tentang cara mengubah mindset saat saya belajar rap.

Cool, insane, kok bisa cepat ya?

Itu merupakan respon pertama kalinya saat saya mendegar genre musik ini. Saya pikir saya tidak akan pernah bisa membawa atau menyanyikan lagu-lagunya, dan ditambah lagi saya sangat menyukai rap-rap dari luar, otomatis menggunakan Bahasa Inggris. Ada beberapa hal yang menahan saya untuk belajar. Tingkatan kerumitan dari rap terletak pada menyebut setiap kata-katanya dengan cepat dan tepat, menghafal lyric yang banyak, dan belum lagi dengan menggunakan bahasa inggris yang menambah kerumitannya.

Itu yang membuat saya berpikir bahwa rapper-rapper kondang seperti Eminem, Dr. Dre, Busta Rhyme, Snoop Dogg, Tupac Shakur, Notorius Big, dan lainnya adalah orang-orang yang benar-benar memiliki bakat sejak lahir dalam nge-rap. Tapi setelah saya membaca biografi Eminem, saya memfavoritkannya karena dia merupakan salah satu grandmaster rap, ternyata dia mulai benar-benar belajar nge-rap dari umur belasan tahun, dan hal yang paling yang membuat saya benar-benar terpacu adalah dia membaca kamus untuk menambah jumlah vocabulary-nya (kosa kata).

MARSHAL BRUCE MATHERS III – EMINEM

Saya tidak habis pikir, bahkan untuk orang yang memang dari lahirnya berbahasa inggris saja, masih berusaha mempelajari vocabulary untuk meningkat kemampuannya dalam rap. Sejak setelah itu, saya mulai benar-benar belajar nge-rap karena Eminem saja butuh usaha untuk menciptakan rap-rap-nya yang luar biasa terkenal. Singkat cerita, dengan keoptimisan dan usaha yang keras, akhirnya saya bisa nge-rap dengan kecepatan tinggi seperti Eminem, walaupun masih imitating (memiru), dan saya bisa menampilkan hasil usaha saya disetiap event-event kampus.

Jadi, mencoba mempercayai diri kita akan “BISA”, “MAMPU”, “SUKSES” atau “BERHASIL” merupakan kunci untuk merubah fixed-mindset kita, dan ditambah dengan belajar yang giat lagi. Memperbaiki mindset merupakan titik awal dari keberhasilan yang akan kita capai nanti, dan saya yakin hasilnya akan memuaskan, dan apapun yang ingin kalian kuasai atau capai pasti akan kalian dapatkan nanti jika kalian melakukannya dengan menggunakan growthmindset.

***

Final thought, selamat mencoba mengubah mindset. Belajar lebih giat lagi untuk menguasai pelajaran, cara bersosialisasi, hobi, profesi, atau hal lainnya untuk memperbaiki kualitas hidup ini.

QOTD (Quote of the Day)

Sometimes it is the very people who no one imagines anything of who do the things that no one can imagine.”

“Kadang orang yang tak diduga lah yang bisa melakukan hal diluar dugaan.”

~ Alan Turing – “The Imitation Game” Movie ~

 

Wassalam.

5 COMMENTS

LEAVE A REPLY