Merasa bosan atau terlalu mainstream, kenapa gak coba yang baru aja?

Merasa bosan atau terlalu mainstream, kenapa gak coba yang baru aja?

863
2
SHARE

Assalamu’alaikum Makitationers!

What’s up? Semoga selalu sehat dan rezekinya ditambahkan ya! Aamiin.

Well! Pernah nggak makitationers merasa bosan? Atau merasa sesuatu hal itu terlalu mainstream? Pastinya pernah kan? Okay, gue mau share pengalaman gue malam minggu kemarin yang bisa dibilang sangat membosankan. Maunya malmingan biar fun. Eh! Kebetulan tuh di kampus gue ada acara festival seni. Akhirnya gue putuskan untuk kesana mengajak temen-temen gue. Orientasi festivalnya anak muda banget! Panggung dan setting-annya keren abis deh, kayak panggung yang biasa kita lihat untuk acara besar gitu.

Tapi setelah 3-4 kali melihat penampilan mereka diatas panggung, kok gue merasa bosan ya, dan gue sadar ternyata ada hal yang kurang dibenak gue (sok peka). Tapi gue mencoba untuk melihat beberapa penampilan lagi karena biasanya kalau festival anak muda biasanya ada aja hal-hal yang unik atau dirasa kreatif untuk ditunggu oleh penonton. Yaaah! Sampai akhir juga nggak nongol-nongol tuh yang gue tunggu-tunggu, dan festivalnya datar-datar aja, nyanyi-nyanyi doang dari awal sampai akhir. Itupun kalau gak grup band yang nyanyi, palingan orang nyanyi solo sambil gitaran.

Emang gak ada yang lain apa? Cuman segitu? Boring banget sih!” gue ngomong ke temen-temen gue.

Iya ya! Pulang aja kayaknya nih!” ajak mereka.

Ayo dah pulang!” berjalan pulang.

Mengecewakan memang! Kita berada di tempat hiburan (festival musik) tapi malah itu yang membuat kita bosan. Aneh kan? Tempat yang seharusnya bisa membuat gue dan temen-temen gue terhibur, tapi malah sebaliknya. Ironis memang!

Lo tahu nggak apa yang membuat hal ini terjadi? Kok bisa gue bareng temen-temen bisa bosan saat berada ditempat yang seharusnya menghibur ya?

Pertunjukkannya gak inovatif! Makanya ngebosenin!” (tumben peka :D).

Ya, benar sekali! Ini adalah efek dari mereka yang agak kurang inovatif, dan akhirnya hal-hal yang mereka tampilkan adalah yang itu-itu aja walaupun ada bedanya sedikit. Kata bosan, mainstream, dan sebagainya akhirnya muncul.

Makeitationers pastinya pernah menonton acara kompetisi besar seperti American Got Talent, Britain Got Talent, dan Got Talent lainnya.

Semua peresta dari kompetisi-kompetisi tersebut bersaing dengan menguunjuk kebolehan mereka. Mulai sejak audisi, kompetitor-kompetitornya sudah sangat inovatif sekali untuk menarik perhatian juri-juri agar mereka lolos ke babak selanjutnya, dan mereka akan mencoba untuk semakin inovatif lagi dalam menampilkan keahlian (expertise) mereka saat berada dibabak eliminasi. Jika mereka menampilkan hal yang sama, misalnya dibabak 10 besar mereka menampilkan sesuatu hal, dan selanjutnya melakukan hal lain yang hampir mirip dengan babak 10 besar saat dibabak 9 besar, itu sudah mengancam keberadaan mereka dikompetisi tersebut. Jadi, mereka harus memutar otak untuk menampilkan hal yang lebih menarik lagi dari sebelumnya, dan mungkin mereka akan gugur dibabak selanjutnya, jika tidak.

Cek aja American Got Talent, Tape Face. Dia adalah salah satu kempetitor yang paling inovatif yang pernah gue tonton, konyol tapi genius kalo gue bilang. Biar mudah, klik aja link ini!

https://www.youtube.com/watch?v=ikhQVNyZIRw

Wow, ternyata begitu ya! Tapi gue masih kurang tahu apa sih yang dimaksud dengan inovatif itu. Tahu definisinya, tapi cuma sepenggal, dan gue nggak tahu gimana caranya jadi orang yang bisa dibilang inovatif itu!

Nah! Melalui kesempatan kali ini gue akan nge-share informasi dengan tema inovatif yang sudah kita bicarakan dari tadi. Okay, let’s check it out!

Inovasi (Innovation) adalah suatu gagasan baru yang dimiliki oleh seseorang yang didasarkan pada hal yang sudah ada sebelumnya. Fungsi dari inovasi ini sendiri, disesusaikan dengan definisinya, mengubah sesuatu yang kita rasa bosan/kurang menarik, menjadi sesuatu lebih menarik melalui sentuhan baru. Melalui video dibawah ini, Maketationers akan tahu apa itu inovasi!

https://www.youtube.com/watch?v=b_L4QMOvH2o

Dalam video tersebut, menceritakan bahwa kini ada jenis sepeda baru yang bisa membuat pejalan kaki bisa merasakan berjalan kaki sekaligus bisa bersepada secara bersamaan karena sepedanya dipadukan dengan treadmil.

Untuk menggerakkan sepeda tersebut, penggunanya tidak perlu mengayuh sepedanya lagi, tapi cukup dengan berjalan diatas papan treadmil yang menjadi sumber energi sepeda tersebut. Unik kan? Ide ini datang dari seorang yang bernama Bruin Bergmeester asal Belanda, karena dia merasa bosan dengan hanya berjalan kaki. Akhirnya, dia berpikir untuk menginovasikan sepeda dengan cara kerja yang berbeda, yaitu digerakkan dengan berjalan yang diberi nama “Lopifit”. Kecepatannya bisa sampai 40 km/jam, dan hal yang briliant-nya lagi adalah ramah lingkungan dan hemat, cukup dengan mengunakan energi dari gerakan kaki kita. Keren kan?

Ya, keren banget! Kok bisa ya kepikiran membuat sepeda seperti itu? Coba seandainya bisa berpikir briliant seperti itu, pas menyenangkan sekali rasanya!

Menurut Simon Sinek dalam TED Talk-nya di TEDxPugetSound, dia menjelaskan bahwa cara menghasilkan suatu hal yang paling inovatif itu dengan cara, “Start with why!”. Dia menjelaskan berpikir dengan menanyakan kata “mengapa” saat pertama memikirkan atau menciptakan sesuatu, bisa membuat kita menjadi orang inovatif. Dia menjelaskan Wright Brothers, Steve Jobs, dan orang-orang inovatif lainnya telah menciptakan sesuatu yang bisa dibilang inovatif karena berpikir menggunakan dengan kata “Mengapa”.

Kok bisa?

Ketika kita memulai sesuatu dengan kata “Mengapa”, kita cenderung menghasilkan sesuatu yang merepresentasikan pikirian kita dengan kata lain lebih kepada passion kita. Sehingga produk atau sesuatu yang hasilkan merupakan keliatan beda dari yang kebanyakan ada. Kemudian lo baru bisa melanjutkan dengan pertanyaan bagaimana, apa, dan lain sebagainya.

Seperti yang dijelaskan oleh si Simon di-TED-Talk sebelumnya diatas, dia menjelaskan bagaimana cara salah satu perusahaan

Apple CEO Steve Jobs

yang tersukses didunia yaitu APPLE yang dipimpin oleh Steve Jobs, menciptakan dan memasarkan produk mereka. Tidak jauh beda dengan yang lainnya, APPLE merupakan salah kompetitor yang menciptakan produk-produk elektronik juga. Tapi ada perbedaan yang paling mendasar antara APPLE dengan yang lainnya yaitu memulai dengan “Mengapa”.

Begini contohnya saat perusahaan-perusahaan lainnya mempromosikan produk mereka:

Kami membuat komputer terbaik yang pernah ada, design-nya keren, mudah digunakan, mau beli gak?

Sekarang, coba perhatikan APPLE:

Disetiap produk yang kami ciptakan, kami berpikir dengan cara yang berbeda, kami membuat produk dengan design-nya yang keren, mudah digunakan, mau beli gak?

Sangat berbeda kan?

Jadi, dengan memulai berpikir dengan pertanyaan “Mengapa”, berarti kita memulai berpikir dengan cara inovatif, yang didasari dari passion kita sendiri. Jangan jadi orang yang membosankan, be innovative!

-QOTD-

“Being different, means to be special.”

-Abda’i-

Wassalam!

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY