Produktif dengan Menjaga Keseimbangan Hidup (Wheel Balanced Life)

Produktif dengan Menjaga Keseimbangan Hidup (Wheel Balanced Life)

1949
1
SHARE
Produktif dengan Menjaga Keseimbangan Hidup (Wheel Balanced Life)

Banyak orang mengatakan bahwa sudah menjadi produktif dan mengatakan bahwa waktunya sudah digunakan sebaik-baiknya. Tapi tetap saja masalah demi masalah selalu datang menghantui. Akibatnya kondisi fisik semakin menurun, sakit, keluarga menjadi kurang dan bahkan jarang diperhatikan akibat terlalu sibuk dengan pekerjaan yang mana hal tersebut justru menuntun kita kepada hal – hal yang tidak produktif.

Menjaga keseimbangan hidup memang terlihat seperti memperlambat kita dalam bekerja tetapi sebenarnya hal tersebut merupakan tabungan atau investasi masa depan kita dalam jangka waktu yang panjang. Misalnya, selama ini kita hanya fokus pada pekerjaan untuk meningkatkan karier ke posisi puncak dan ternyata kita lupa untuk meningkatkan aspek kesehatan, kurang tidur, kurang menjaga pola makan dengan teratur, kurang untuk berolah raga yang pada akhirnya justru di masa yang akan datang dapat menghambat produktifitas kita dengan berbagai gangguan kesehatan. Seandainya saja jika kita membayangkan bahwa kita itu adalah sosok orang atau manusia yang gila kerja, artinya tiada detik tanpa bekerja, akhirnya apa kita jatuh sakit dan sakit yang kita derita adalah penyakit keras akibat kelalaian yang pernah dilakukan yang ujung-ujungnya berujung kepada kematian. Oleh sebab itu kita seharusnya memahami bahwa hidup kita harus terus berjalan dalam harmoni dan keseimbangan. Itulah yang disebut dengan produktifitas sebenarnya. Misalkan lagi jika kita terus-terusan bekerja tanpa henti tanpa melihat waktu, maka lama kelamaan kita akan cepat jenuh dan merasa bosan. Jika telah memasuki keadaan bosan, maka secara automatis kualitas dan kuantitas kerja akan mengalami penurunan sehingga menjadi tidak produktiflah orang tersebut. Oleh sebab itu kita perlu memahami arti dari:

Wheel Balance Life untuk membangun produktifitas yang seimbang

Selama ini kita hanya berkutat kepada keseimbangan karier dan finansial, bagaimana supaya pekerjaan yang telah kita lakukan itu menghasilkan aspek finansial yang memuaskan bagi kita karena tidak dapat dipungkiri bahwa kita bekerja untuk mencari uang untuk hidup. Lantas bagaimana dengan keluarga, kesehatan, spiritual dan lain-lain? Ada beberapa aspek yang perlu kita perhatikan yakni:

Gambar di atas adalah gambar the wheel of life. Orang-orang yang dikenal sebagai orang yang produktif adalah mereka yang bisa hidup produktif diberbagai aspek yang ada secara seimbang. adapun aspek-aspek yang dimaksud disini adalah:

  1. Aspek kesehatan
  2. Aspek hubungan probadi
  3. Aspek hubungan keluarga
  4. Aspek kesenangan dan kehidupan sosial
  5. Aspek karir
  6. Aspek finansial
  7. Aspek diri sendiri
  8. Aspek pengembangan diri

Aspek yang ada di atas/ di gambar tidak harus seperti itu. Kita dapat memilih salah satu atau beberapa sesuai dengan yang kita perioritaskan. Jika kita prioritaskan, berarti kita harus memberikan penilaian atau rating yang menjadi favorit yang harus terpenuhi terlebih dahulu atau bisa dikatakan sebagai pembobotan seberapa penting hal tersebut. Aspek-aspek diatas memiliki tingkat kepentingan yang sama tapi sesuai dengan penilaian dan pembobotan Anda. Hal tersebut pada akhirnya akan mempengaruhi produktifitas dalam aktifitas kita.

“Dikisahkan suatu hari ada seorang anak muda yang tengah menanjak karirnya tapi merasa hidupnya tidak bahagia. Istrinya sering mengomel karena merasa keluarga tidak lagi mendapat waktu dan perhatian yang cukup dari si suami. Orang tua dan keluarga besar, bahkan mengaggapnya sombong dan tidak lagi peduli kepada keluarga besar. Tuntutan pekerjaan membuatnya kehilangan waktu untuk keluarga, teman-teman lama, bahkan saat merenung bagi dirinya sendiri.

Hingga suatu hari, karena ada masalah, si pemuda harus mendatangi salah seorang petinggi perusahaan di rumahnya. Setibanya di sana, dia sempat terpukau saat melewati taman yang tertata rapi dan begitu indah.

“Hai anak muda. Tunggulah didalam. Masih ada beberapa hal yang harus Bapak selesaikan,” seru tuan rumah. Bukannya masuk, si pemuda menghampiri dan bertanya, ” maaf pak. Bagaimana Bapak bisa merawat taman yang begitu indah sambil tetap bekerja dan bisa membuat keputusan – keputusan hebat di perusahaan kita?”.

Tanpa mengalihkan perhatian dan pekerjaan yang sedang dikerjakan, si Bapak menjawab raman. ” Anak muda, mau lihat keindahan yang lain?” Kamu boleh keliling rumah ini. Tetapi, sambil berkeliling bawalah mangkok susu ini. Jangan tumpah ya. setelah itu kembalilah kemari.”

Dengan sedikit heran, namun senang hati, diikutinya perintah itu. Tak lama kemudian, dia kembali dengan lega karena mangkok susu tidak tumpah sedikit pun. Si Bapak bertanya. “Anak muda, kamu sudah melihat koleksi batu-batuanku? Atau bertemu dengan burung kesayanganku?”

Sambil tersipu malu, si pemuda menjawab, “Maaf pak, saya belum melihat apa pun karena konsentrasi saya pada mangkok susu ini. Baiklah, saya akan pergi melihatnya.”

Saat kembali lagi dari mengelilingi rumah, dengan nada gembira dan kagum dia berkata, “Rumah bapak sungguh indah sekali, asri dan nyaman. “Tanpa diminta, dia menceritakan apa saja yang telah dilihatnya. Si Bapak mendengar sambil tersenyum puas sambil mata tuanya melirik susu didalam mangkok yang hampir habis. Menyadari lirikan si Bapak ke arah mangkoknya, si pemuda berkata, “Maaf pak, “. Keasyikan menikmati keindahan rumah bapak, susunya tumpah semua.

“Hahahha! Anak muda. Apa yang kita pelajari hari ini? Jika susu di mangkok itu utuh, maka rumahku yang indah tidak tampak olehmu. Jika rumahku terlihat indah di matamu, maka susunya tumpah semua. Sama seperti itulah kehidupan, harus seimbang. Seimbang menjaga susu agar tidak tumpah sekaligus rumah ini juga indah di matamu. Seimbang membagi waktu untuk pekerjaan dan keluarga. Semua kembali ke kita, bagaimana kita membagi dan memanfaatkannya. Jika kita mampu menyeimbangkannya dengan bijak, maka pasti kehidupan kita akan harmonis. “

Seketika itu si pemuda tersenyum gembira, “Terima kasih pak. Tidak diduga saya telah menemukan jawaban kegelisahan saya selama ini. Sekarang saya tahu, kenapa orang orang menjuluki bapak sebagai orang yang bijak dan juga baik hati.”

Mampu membuat kehidupan yang seimbang tentu akan mendatangkan keharmonisan dan kebahagiaan. Namun bisa membuat kehidupan menjadi seimbang, itulah yang tidak mudah. Tentu saja hal tersebut membutuhkan proses pematangna pikiran dan mental. Butuh pengorbanan, perjuangan dan pembelajaran terus menerus, dan yang pasti untuk menjaga supaya hidup seimbang dan harmonis, ini bukan urusan satu atau dua bulan, bukan juga masalah lima atau sepuluh tahun, tetapi kita butuh selama hidup.

Guys makeitationer ini ada beberapa tips yang ingin admin berikan untuk membuat kehidupan menjadi lebih seimbang. Semoga bermanfaat untuk kita semua.

  1. Berlatih fokus dan menghindari multi tasking. Adakalanya multi tasking baik. Namun dalam konteksi ini ketika Anda memutuskan untuk mengerjakan di suatu bidang, maka kerjakanlah dengan fokus dan efektif hingga benar benar selesai sehingga bisa memberikan kualitas yang baik untuk mengerjakan hal yang lain.
  2. Berlibur dan refreshing itu perlu. Serius… ini termasuk dalam keseimbangan ketika kita sudah bekerja full time, kerja keras, berpikir hingga menguras tenaga, untuk menjaga keseimbangan tersebut maka mulailah libur ke tempat yang kita sukai. Kita bisa menyebutnya sebagai “Me Time”, yaitu waktu untuk diri kita sendiri. Of course, setelah bekerja atau belajar penuh, luangkan waktu untuk diri kita sendiri
  3. Istiqomah atau konsisten. Perbanyaklah doa supaya konsistensi kita dapat terjaga untuk hidup secara seimbang. Seperti kata orang, “Bukanlah perubahan jika perubahan itu belum terjadi”. Jika kita sudah bertekad ingin hidup seimbang, namun di tengah jalan tiba tiba ada saja godaan atau sesuatu yang membuat kita lupa terhadap tujuan/ latihan kita yakni hidup seimbang. Oleh sebab itu, menjaga konsistensi sangat amat diperlukan, paling tidak kita dapat dibilang konsistensi jika telah melaksanakannya selama 2 bulan.

Terima kasih atas kunjugannya, semoga sahabat makitaioner dapat memahami arti produktifitas yang sebenarnya bisa menjaga keseimbangan hidup untk meraih kesuksesan yang besar. Semoga tulisan ini bermanfaat.

1 COMMENT

LEAVE A REPLY