Rumus Menjaga Iman Agar Tetap Naik, Langsung dari Nabi

Rumus Menjaga Iman Agar Tetap Naik, Langsung dari Nabi

5931
7
SHARE

Iman naik turun Bagaimana cara menjaganya agar tetap naik. Sudah ada rumusnya atau formulanya dari Nabi Muhammad. Lihat kitab Al Bukhari jilid yang pertama kitab yang pertama kitabul iman. Di dalam kitab tersebut nabi menerangkan Bagaimana Menjaga Iman agar tetap tidak turun kemudian dikumpulkan oleh Imam Al Bukhari ada 57 Hadits. Kalau kita mengerjakannya Insya Allah iman kita akan naik dan terhindar dari penurunan iman. Kita ambil salah satu contoh hadis nya yang berisi formula untuk mempertahankan iman kita dengan baik sesuai dengan yang diajarkan Rasulullah.

Rumus pertamanya adalah Iman itu bisa naik bisa turun, bertambah, berkurang dan ia bisa naik dengan mengerjakan banyak ketaatan dan itu rumusnya yaitu Tingkatkan amal sholeh. sholatnya naik jadi salat Sunnah Dhuha tahajud sunah subuh, puasanya mulai ditingkatkan. puasa wajib puasa Sunah , Senin Kamis

Rumus keduanya adalah  tutup jalur maksiat. Tangan jaga dari maksiat, mata jaga dari maksiat, pikiran jaga dari maksiat, telinga jaga dari maksiat, kaki jaga dari maksiat karena jika sumber maksiat sudah masuk ke dalam tubuh kita, cahaya iman tidak akan bisa masuk karena tertutup dengan maksiat. Quran surah 6 ayat 25 : Allah SWT berfirman:

وَمِنْهُمْ مَّنْ يَّسْتَمِعُ اِلَيْكَ ۚ وَجَعَلْنَا عَلٰى قُلُوْبِهِمْ اَكِنَّةً اَنْ يَّفْقَهُوْهُ وَفِيْۤ اٰذَانِهِمْ وَقْرًا ۗ وَاِنْ يَّرَوْا كُلَّ اٰيَةٍ لَّا يُؤْمِنُوْا بِهَا ۗ حَتّٰۤى اِذَا جَآءُوْكَ يُجَادِلُوْنَكَ يَقُوْلُ الَّذِيْنَ كَفَرُوْۤا اِنْ هٰذَاۤ اِلَّاۤ اَسَاطِيْرُ الْاَوَّلِيْنَ
wa min-hum may yastami’u ilaiik, wa ja’alnaa ‘alaa quluubihim akinnatan ay yafqohuuhu wa fiii aazaanihim waqroo, wa iy yarou kulla aayatil laa yu`minuu bihaa, hattaaa izaa jaaa`uuka yujaadiluunaka yaquulullaziina kafaruuu in haazaaa illaaa asaathiirul-awwaliin

“Dan di antara mereka ada yang mendengarkan bacaanmu (Muhammad), dan Kami telah menjadikan hati mereka tertutup (sehingga mereka tidak) memahaminya, dan telinganya tersumbat. Dan kalaupun mereka melihat segala tanda (kebenaran), mereka tetap tidak mau beriman kepadanya. Sehingga apabila mereka datang kepadamu untuk membantahmu, orang-orang kafir itu berkata, Ini (Al-Qur’an) tidak lain hanyalah dongengan orang-orang terdahulu.”
(QS. Al-An’am 6: Ayat 25)

ada orang yang yang telinganya kena sumbatan.  tersumbat karena sering dengan maksiat . bukan gak bisa dengar, mereka itu dengar tapi tidak bisa nyambung dengan kejiwaannya. Misalnya ketika adzan dikumandangkan , Allahu Akbar Allahu Akbar, dia bisa mendengar dengan Telinganya suara adzan tersebut,  tetapi adzan tersebut tidak terdengar hingga masuk ke jiwanya sampai menyentuh jiwanya. gimana mau masuk, Tiap hari kerjaannya ghibah melulu, dengerin musik Yang nggak jelas sana sini masuk sana sini, jadinya maksiat dengan telinganya. Ketika hal tersebut menjadi maksiat dengan telinganya , maka telinganya itu akan tertutup. Ketika adzan dikumandangkan , karena jiwanya itu sudah tertutup oleh maksiat maka Suara adzan itu akan mental dari tubuh dan kejiwaannya tidak bisa masuk. Padahal rumah dekat masjid 5 meter, speaker masjid kaya festival musik nasional besarnya, nggak tersentuh tersentuh jiwanya untuk ke masjid. Ya iyalah gak bisa kedengeran , ngga bisa didengar oleh hatinya yang sudah ter tumpal , yang sudah ditutupi oleh kemaksiatan sehingga cahaya iman tidak bisa masuk.

Iman itu naik turun

Ada juga yang maksiat lewat mata mohon maaf sebelumnya melihat gambar-gambar yang aneh,  gambar-gambar tidak harus ditonton , melihat isi handphone yang isinya maksiat dan dan sebagainya, itu kalau terbiasa melihat maksiat, melihat yang baik-baik itu sudah tidak peka lagi. Mungkin sebagian dari antum pernah jalan-jalan terus lewat masjid . Adzan berkumandang , antum melihat orang-orang lewat jalan menuju masjid untuk pergi ke masjid tapi Antum tidak ke masjid walaupun antum lewat depan masjid dan melihat banyak orang pergi ke Masjid tapi antum tidak pergi ke mesjid.  kenapa hati Antum tidak bergerak sedikitpun untuk pergi ke masjid… Koreksi dan introspeksi dulu coba ingat-ingat dulu Bagian tubuh mana yang sering melakukan maksiat. cek pandangan kita,  penglihatan kita apa sering melihat yang kurang baik,  yang kurang bermanfaat , sering melihat yang maksiat . cek pendengaran kita apa sering mendengar hal-hal yang maksiat mulut kita Apakah sering ngomong yang mengarah ke maksiat , pikiran kita dan lain sebagainya dicek semuanya.

Jika tidak pernah berbuat maksiat dan kemudian berbuat maksiat maka hatinya akan memaksa dan mengatakan Jangan lakukan itu. Hatinya bakalan gelisah. Tidak tenang. Misalkan  Antum melihat ada handphone milik orang lain, terus antum ambil tuh handphone dan di dalam hati antum bakalan berkata jangan ambil tuh handphone karena itu bukan milik kamu. Kalau tidak percaya coba tes ambil sendal masjid yang bukan punya antum, pulang pulang pasti hatinya gelisah selalu bilang kembalikan tuh sendal itu bukan punya kamu. Antum pasti di rumah itu nggak bakalan tenang kepikiran terus tentang sandal itu. Jadi Anda kemana-mana perasaannya nggak enak melulu, tidur Nggak enak, makan nggak enak , mandi nggak enak, belajar pun nggak enak karena kepikiran terus. Jika telah berbuat maksiat maka terkunci lah hati ini.

Ok sekian yang bisa admin bagikan semoga bermanfaat. Jazakumullah Khairan Katsir. Ok berjumpa pada artikel selanjutnya hanya di makeitation.com

7 COMMENTS

  1. Keren tulisannya min, afwan ni min kalo boleh saran sebaiknya dalilnya ditulis juga yg Quran surah Al-An’am 25. Kebanyakan memang gadhul bashar yg sering lalai padahal perintah menjaga pandangan sudah jelas dlm Al Quran, jadi harus sering2 dzikrullah, istigfar yg banyak2 hehe. Anyway sangat bermanfaat artikel2nya min, edukatifnya dapet religinya juga dapat.

  2. Sama dengan ceramah ustadz adi hidayat? Memang menyalin dari ceramah bliau? Kalau iya mgkn sebaiknya dituliskan sumbernya dari beliau…

LEAVE A REPLY