Setelah sekolah selesai, saya mau jadi apa?

Setelah sekolah selesai, saya mau jadi apa?

2135
1
SHARE

Assalamu’alakum Makeitationers!

Apa kabar nih? Semoga baik-baik saja ya! Balik lagi nih untuk nge-share ilmu dan pengalaman kepada kalian semua.

Sekarang ini merupakan tahun ajaran baru. Pasti, banyak dari kalian yang sudah lulus, kan? Alhamdulillah. Mulai dari SD, SMP, SMA, dan juga Perguruan Tinggi.

Suddenly….

Mau ngelanjut kemana?” kira-kira itu pertanyaan dari orangtua, teman-teman, atau bahkan diri kita sendiri.

Kebanyakan dari kita mungkin jawabnya begini!

Saya mau ngelanjut ke SMA atau SMK ya?”, adek-adek yang baru lulus SMP.

Jurusan apa ya, yang pas buat gue di PTN X?”, teman-teman yang baru lulus SMA.

Lebih para lagi, “Mau jadi guru gak ada gajinya, ke perusahaan juga sulit ngelamarnya, ngelanjut S2 biaya masih kurang? Saya mau jadi apa nih?” (muka bengis sambil garuk2 kepala), teman-teman kita setelah wisuda S1 (ngenes, hahaha).

Kegalauan ini banyak dirasakan setiap tahunnya oleh anak-anak bangsa kita (sok nasionalis :D), terutama bagi yang baru lulus dari pendidikannya. Mereka bingung kemana mau melanjutkan pendidikan atau apa jenis pekerjaan yang cocok dengannya. Sebelum saya melanjutkan ke pokok pembahasan, saya mau bertanya kepada kalian dulu, apa yang menyebabkan kebingungan ini terjadi pada mereka?

Masih labil tuh!

Efek kelamaan jomblo kali!” (hahaha.. hubungannya apa? :D)

Mungkin mereka nggak tahu mau jadi apa, kayaknya!”, tiba-tiba nyeletuk.

Benar sekali! Karena alasan inilah yang membuat mereka bingung. Kebingungan ini terjadi karena mereka benar-benar belum mengetahui hal-hal yang paling penting dalam hidup ini. Akibatnya mereka memilih melanjutkan sekolah dengan motto “yang penting saya sekolah”. Of course, hasilnya akan “yang penting selesai” juga jika tidak ada niat untuk mengubah diri. Apabila mindset ini belum juga hilang dan menggunakannya lagi saat mencoba untuk mencari perkerjaan, maka mereka akan berpikir lagi dengan pola yang sama, “yang penting saya dapat pekerjaan” yang berakar dari pola pikir “yang penting saya bisa menghasilkan uang”. Mereka yang seperti ini, hidup tanpa memiliki daya saing karena orientasi pikirannya masih terlalu mainstream, padahal mereka menyadari bahwa hidup di zaman ini sulit sekali, bahkan mereka tahu bahwa untuk orang yang sudah menyelesaikan pendidikan saja masih sulit dalam mencari pekerjaan, apalagi yang tidak. (Baca: Mengubah mindset dapat mengubah hidup kita? Kok bisa?) Mereka tidak pernah terpikirkan bahwa ada sesuatu yang lebih penting dari uang dan bahkan bisa membantu kita menghasilkan uang lebih banyak daripada hanya sekedar memiliki pekerjaan yang tidak pernah kita inginkan.

 

Penasaran? Mari kita lihat betapa pentingnya hal ini dalam kehidupan kita melalui analogi dibawah ini!

Seorang ahli bidang Biologi, Geologi, dan Sejarah Alam, yaitu Charles Darwin (1809-1882), dalam teori evolusinya, yaitu evolusi melalui seleksi alam.

Dia menjelaskan evolusi melalui ilustrasi kehidupan jerapah-jeparah zaman dahulu kala yang memiliki ukuran panjang leher bervariasi, ada yang pendek dan ada yang panjang. Tapi pada zaman itu kekeringan yang sangat ekstrim terjadi, akibatnya jerapah-jerapah tersebut mengalami kelaparan karena banyak tumbuh-tumbuhan yang mati, dan hanya pohon-pohon yang tinggi dan besar saja yang menyediakan makanan untuk mereka. Disini, proses seleksi alam terjadi, jerapah yang berleher panjang bisa bertahan hidup karena dapat mencapai makanan dengan lehernya yang panjang, sedangkan jerapah yang berleher pendek mati kelaparan karena leher mereka yang pendek tidak bisa mencapai makanannya pada pohon-pohon yang tinggi. Nah! Analogi diatas menggambarkan kehidupan kita sekarang ini. Keahlian yang dimiliki oleh seseorang, layaknya seperti leher jerapah yang panjang untuk mencapai makanannya, dalam hal ini makanannya adalah kesuksesan yang akan kita capai.

Kenapa saya sebut bahwa keahlian itu adalah suatu hal yang penting dalam kehidupan ini?

Didalam kehidupan ini, kita dituntut untuk menjadi seorang ahli dikarenakan kompetisi pada zaman ini, sadar atau tidak sadar, kita tahu sangat sulit sekali, belum lagi dimasa yang akan datang. Nah! Keahlian disini, membantu kita untuk bersaing dalam kehidupan ini.

Apa sih sebenarnya keahlian? Emang keahlian apa sih yang bisa membuat kita bisa bersaing?

Okay, kalo begitu! Saya akan jelaskan kepada kalian apa sih sebenarnya keahlian itu! Tapi sebelum itu, biar lebih keren sedikit, kita ganti sebutan “Keahlian” dengan “Expertise (Dibaca: Ekspertis).” (bahasa inggrisnya, hehehe!).

Menurut Wikipedia, Expertise adalah pengetahuan yang ekstensif dan spesifik yang diperoleh melalui rangkaian pelatihan, membaca, dan pengalaman. Maksudnya disini pengetahuan ekstensif dan spesifik adalah pengetahuan terhadap satu hal (spesifik), tapi kita sampai mengetahui hal tersebut hingga seluk-beluknya (ekstensif).

Banyak orang memandang bahwa orang yang memiliki expertise lebih bisa diandalkan daripada hanya orang yang sekedar bisa terhadap sesuatu. Dengan begini, kita lebih mudah dikenal orang karena dibutuhkan expertise-nya untuk menyelesaikan sesuatu dengan efektif. Akhirnya, expertise kita dihargai orang banyak dan bahkan kenyataannya sekarang ini banyak sekali expertise orang-orang dihargai mahal sekali, contohnya B.J. Habibie yang dikenal memiliki keahlian dalam merancang pesawat terbang, Bill Gates yang dikenal memiliki keahlian merancang Windows yang sangat terkenal didunia, Mark Zuckerberg yang dikenal karena memiliki keahlian merancang media sosial di internet, Facebook dan Instagram, dan masih banyak lagi.

Sudah paham kan, apa keahlian itu sekarang?!

Ya, paham! Tapi saya bingung?! Gimana sih caranya mengetahui keahlian saya, sedangkan hobi saya saja aja gak jelas?

Nah, ini nih yang saya tunggu-tunggu! Okay, saya akan jelaskan.

Ada beberapa langkah-langkah yang harus Makeitationers  tahu untuk mengetahui expertise apa yang dinginkan:

  1. Recognize yourself!

Kenali diri anda!”, ini merupakan langkah awal untuk mengetahui expertise.  Mengetahui potensi yang tersimpan dalam diri merupakan tujuan dari mengenal diri ini. Semakin detail mengenali potensi diri, semakin jelas pula keahlian yang dimiliki. Siapa sebenarnya diri kalian? Dari lingkungan mana kalian datang? Hal apa yang sering kalian lakukan setiap hari? Itu merupakan pertanyaan-pertanyaan yang dapat membantu mengetahui expertise kalian.

  1. Cari tahu passion-mu

Dulu saya pernah berpikir bahwa expertise itu datang dari passion (kegemaran) kita, dan ternyata hal itu memang benar. Passion adalah perasaan yang sangat kuat terhadap sesuatu. Saat kita menggemari sesuatu, kita cenderung fokus terhadapnya dan bahkan sampai menghabiskan waktu atau durasi yang lama, sampai begadang, dan akhirnya diomelin orangtua, tidak menjadi masalah buat kita. Tapi perlu diingat! Passion masih bersifat luas untuk cakupannya, dan passion adalah cikal-bakal lahir sebuah expertise. 

  1. Tentukan mana passion yang dapat diubah menjadi expertise

Jika kalian memiliki lebih dari satu passion, misalnya dua, tiga, dan seterusnya, kalian harus memilih salah satu dari banyak passion yang kalian miliki tersebut untuk diubah menjadi expertise karena kembali lagi ke pengertiannya “Expertise” itu sendiri, bahwa salah satu sifatnya adalah spesifik (satu hal saja). Tidak setiap passion-mu akan menjadi expertise. Kalian cukup menentukannya dengan melihat tingkat penguasaan dari setiap passion, atau bisa melihatnya dari seberapa peduli kalian terhadap passion tersebut, mungkin dapat membuat hidup kalian lebih bahagia, lebih berguna bagi sesama, dan lain-lain, itu tergantung apa yang kalian inginkan.

Saya mau share sedikit pengelaman. Sebelum saya masuk kuliah dengan memilih jurusan bahasa inggris, saya benar-benar tidak tahu hal apa yang bisa saya jadikan sebagai expertise saya. Tapi semenjak saya kuliah dan mulai belajar tentang bahasa, khususnya bahasa inggris, dan benar-benar saat semester ke-4, saya mulai mengetahui bahwa passion saya adalah Linguistics (Ilmu Bahasa). Sejak saat itu saya mulai belajar banyak tentang Linguistics, mulai dari Microlinguistics yang terdiri dari Phonology, Morphology, Semantics, etc., dan Macrolinguistics yang terdiri dari Psycholinguistics, Sociolinguistics, Second Language Acquisition (SLA), etc. Sekarang, di semester 6 ini, saya lebih berfokus belajar ke Sociolinguistics dan Psycholinguistics. Seperti yang saya sudah jelaskan sebelumnya, Linguistics yang merupakan passion saya, yang merupakan cikal-bakal lahirnya expertise yang saya inginkan, yaitu Psycholinguistics dan Sociolinguistics. Nah! Itu sepenggal pengalaman saya untuk mengetahui apa sebenarnya expertise yang saya inginkan.

  1. Belajar dengan Deliberate Practice

Sebenarnya, ini bukan salah satu dari langkah untuk mengetahui expertise kalian, tapi ini merupakan langkah penguat, dan sekaligus langkah yang memiliki dampak besar untuk mengetahui passion yang sudah kalian pilih, supaya expertise kalian memang benar-benar sesuatu yang real. Jadi, langkah ini bisa dikatakan adalah salah satu dari langkah untuk mengetahui expertise, yaitu melalui Deliberate Practice.

Apa itu Deliberate Practice?

Deliberate Practice adalah belajar dengan sengaja terhadap sesuatu hal hingga kita benar-benar menguasainya melalui cara belajar yang benar.

Saya pernah mendengar cerita tentang Michael Jordan, seorang pemain basket terkenal di USA. Untuk menjadi shooter yang handal, dalam sehari dia bisa shooting (melempar bola) kedalam basket hingga 1000 kali shoot dengan memperhatikan teknik shooting yang benar didalam posisi dan keadaan apapun. Hal ini yang membuatnya handal diantara pebasket lainnya dimasanya, hingga ia sempat mencetak rekor.

Dengan deliberate practice, merupakan langkah untuk menjadi benar-benar seorang ahli dibidang yang ingin kita kuasai.

Okay! Saya harap Makitationers sudah tahu sekarang apa sebenarnya expertise itu dan bagaimana langkah-langkah untuk mengetahui expertise apa sih yang cocok buat kalian. Jadi sekarang, kalian jangan bingung lagi kemana akan melanjutkan sekolah, jurusan, atau pekerjaan apa seharusnya yang kalian akan pilih. Pilihlah lembaga pendidikian/sekolah atau pekerjaan yang disesuaikan dengan keahlian anda!

Selamat belajar untuk menjadi seorang ahli!

Wassalam.

QOTD (Quote of the Day)

“Saya tidak takut dengan tendangan dari 1000 kaki yang dilatih hanya sekali, tapi saya takut dengan 1 kali tendangan dari kaki yang dilatih 1000 kali.” -Bruce Lee

1 COMMENT

LEAVE A REPLY