Siapa bilang kuliah di jurusan bahasa inggris itu hanya bisa jadi guru?

Siapa bilang kuliah di jurusan bahasa inggris itu hanya bisa jadi guru?

6166
1
SHARE

Assalamulaikum makeitationers!

What is up? │What is down? 😀

Balik lagi nih, Bay Wo yang kece, semoga makeitationers tetap sehat dan dalam lindungan yang Maha Kuasa.

Just for the record guys, gue mahasiswa 7th semester yang sebutannya “mahasiswa pelarian” (bukan mahasiswa si atlet pelari ya :D), maksudnya mahasiswa yang maunya kuliah di PTN favorit di daerah gue (NTB) (hahaha promosi :D), tapi nggak bisa lulus dan mau nggak mau harus kuliah ditempat yang nggak gue pengen (ngusap air mata :D). Apalagi jurusannya ya, gue nggak nyangka akan ngambil jurusan BAHASA INGGRIS, padahal gue ngebet banget sama jurusan BIOLOGI. Tapi apalah daya, tiga fase seleksi yang gue lewatin, tetep aja gagal buat nyabet jurusan favorit gue di PTN sebelah, Universitas Mataram. Pasca kegagalan tersebut, bapak gue bersikeras nyuruh ngambil jurusan bahasa inggris disebelahnya Universitas Mataram, yang tidak lain tidak bukan, IKIP Mataram. Sudah sejak dari gue masih kelas 2 SMP, bapak gue bilang ke gue:

Nak, nanti kamu ambil jurusan bahasa inggris ya kalo udah saatnya masuk kuliah. Soalnya lulusan dari jurusan ini akan sangat dibutuhkan sekali nanti. Dan bapak bisa melihat bahwa potensimu ada disitu nak!” Kira-kira itu kata bapak gue lebih-kurang 8 tahun yang lalu.

Bukannya mau pamer atau sombong ya, gue nih siswa lulusan dengan nilai bahasa inggris tertinggi saat lulus SMA. Tapi gue nggak nyadar bahwa mungkin memang potensi gue ada disitu. Guenya saat itu, kekeh banget untuk ngambil jurusan BIOLOGI. Pelajaran ini merupakan favorit gue banget, materi yang nggak diajarin di sekolah aja gue pelajarin, apalagi yang diajarin di kelas. Sejak dulu gue bermimpi menjadi seorang scientist (Ilmuwan). Mungkin karena nama gue sama dengan pelajaran BIOLOGI ya, BIO MARWAH, jadi kemistrinya dapet banget (Hahaha kayak pasangan hidup aja :D). Sampai-sampai nih ya, di IKIP Mataram dipilihan jurusannya, gue tetep masih milih tuh jurusan setelah bahasa inggris, walaupun bapak gue udah ngelarang.

And GOD says, “No more Biology, you’re in English faculty now!”. Gue akhirnya lulus di jurusan bahasa inggris di IKIP Mataram (sedih dan senang bercampur saat itu). Semua harapan dan mimpi gue sirna, dan yang paling gue galau-in adalah gue nggak bisa jadi scientist lagi (sedih memang).

Sudah menjadi tabiat (sifat) gue ya, kalo udah berada disuatu tempat/situasi, walaupun itu gak gue suka, gue pasti mencoba gimana sih caranya agar tetap survive (bertahan hidup) ditempat/situasi tersebut. Saat itu juga, gue sadar bahwa tempat yang nggak gue pengen pun, masih ada aja hal yang membuat gue tertarik. Di awal semester (first semester ya), gue pertama kali bertemu dengan seseorang yang bernama Zee, dan dia ternyata merupakan temen kelas gue. Gue feel surprised ya, pas dia bilang, “Hey, what’s up bro?”. Mungkin “kids jaman now” udah familiar banget ya dengan utterance (perkataan/ujaran) yang satu ini, tapi kita yang masih di jaman old (3 tahun yang lalu) akan bilang “cool” saat mendengar hal seperti itu. Nah, ini nih yang bener-bener buat gue tertarik dengan bahasa inggris diawalnya. Kirain kuliah dijurusan bahasa inggris itu, ya… suasana dan aktivitasnya nggak jauh beda gitu sama SMA gue, kalo bicarain tentang bahasa inggris atau ngomong pakai bahasa inggris hanya saat pelajaran dan aktivitasnya seperti baca-baca teks, kerjain soal, belajar grammar, ataupun mendengarkan orang-orang ngomong diaudio (listening). Ternyata banyak sekali pelajaran-pelajaran yang menarik saat gue kuliah, selain pelajaran skills, seperti Listening (Mendengar), Speaking (Berbicara), Reading (Membaca), dan Writing (Menulis), serta subskills seperti Vocabulary (Kosa kata), Pronunciation (Cara mengucapkan kata), dan Grammar (Tata bahasa), serta mata pelajaran Literature (Sastra), seperti Poetry (Puisi), Prose (Prosa), dan Drama. Yang paling serunya lagi, Zee temen gue itu sepertinya membawa secerca harapan yang pernah sirna dari angan-angan gue :D. Dan memang diluar ekspekstasi gue, suasana perkuliahan jauh lebih menarik dari SMA gue. Banyak hal-hal menarik yang gue dapetin di jurusan satu ini, yang salah satunya seperti perkataan Zee sebelumnya, yaitu slang (bahasa gaul).

Gue kira makeitationers sudah paham ya dengan pelajaran-pelajaran diatas yang ngebuat excited karena kita sering temuin hal tersebut di SMA kan. Tapi makeitationers belum tahu apa membuat saya bener-bener buat gue tertarik di jurusan yang saya ini.

Ada satu mata kuliah yang membuat pikiran gue bener-bener bilang “WOW”, dan harapan yang pernah gue kubur itu sepertinya tidak sengaja tergali lagi. Gara-gara mata kuliah yang satu ini, ide yang lebih gila gue muncul lagi, yaitu menjadi seorang scientist yang kece lagi, dan mungkin orang-orang jarang tahu ya tentang yang satu ini. Let’s see!

That thing is only a LINGUISTICS!” Terus apa sih yang membuat gue benar-bener kepikiran lagi kalo gue bisa jadi seorang scientist lagi dengan yang namanya Linguistics ini? Padahal ini hanya sebuah ilmu bahasa, udah jurusan gue keguruan lagi, yang pada akhirnya mentok menjadi seorang guru BAHASA INGGRIS pasca wisuda nanti. Mau tahu? Okay, check this out!

Pelajaran ini gue dapetin di semester tiga (3), mungkin alumni baru dapetin pelajaran ini lebih awal daripada alumni gue ya. Linguistics merupakan singkatan dari “Linguistic Science” karena huruf “s” diujungnya itu singkatan dari “science”.
Jadi secara terminology artinya yaitu ilmu yang mempelajari tentang bahasa. Jadi, segala sesuatu tentang bahasa pasti akan dibahas pada pelajaran yang satu ini. Linguistics masih bersifat general (umum) dan dibagi menjadi dua, yaitu Microlinguistcs dan Macrolinguistics. Biar lebih jelas lagi, gue jelasin lebih rinci ya!

  1. Microlinguistics

Sub-linguistics yang satu ini, mempelajari segala hal tentang bahasa dalam ruang lingkup yang sempit. Maksudnya disini yaitu apa sih yang terjadi dalam bahasa itu sendiri, mulai dari:

a. Suara (Phonology), dipelajaran ini kita akan mempelajari banyak sekali tentang suara dari bahasa itu sendiri. Kalo makeitationers pernah baca atau nyari-nyari terjemahan kata di kamus, mungkin kalian pernah lihat symbols seperti ini ya!

Kumpulan simbol-simbol ini merupakan IPA (International Phonetics Alphabets), yaitu representasi dari berbagai jenis-jenis suara yang ada di dunia ini. Seluruh jenis suara punya simbolnya masing-masing. Bagaimana cara suara-suara tersebut diproduksi oleh vocal tract (sistem vokal) kita.

b. Struktur kata (Morphology), pelajaran ini ngebahas bagaimana kata-kata dalam bahasa terbentuk. Gue ambil contoh dalam bahasa inggris aja kalo gitu, misalkan verb (kata kerja) “organize” yang artinya “mengatur”, jika ditambahkan suffix (akhiran) “-er” menjadi “organizer”, maka akan menjadi pemeran dari kata kerja itu sendiri, dalam bahasa indonesia “organisator”. Jika “organize” ditambahkan suffix -ed” menjadi “organized” artinya tetap mengatur tapi dalam bentik lampau. Jika “organizer” ditambahkan suffixs” menjadi “organizers” maka artinya akan menjadi plural (jamak) yang artinya “organisator-organisator”. Itu sekedar beberapa pembahasan tentang suffix, belum lagi ada prefix dan lain sebagainya.

c. Struktur kalimat (Syntax), pelajaran ini membahas bagaimana kalimat dalam bahasa terbentuk. Misalkan:

  • Bahasa indonesia dan inggris itu struktur (S-P-O)
    • Saya sedang belajar bahasa. Artinya gue kira udah tahu ya, hahaha 😀
    • I am seeing cat. Artinya “Saya sedang melihat kucing.”
  • Bahasa jepang itu struktur kalimatnya (S-O-P)
    • Ore wa gohan o tabemasu; (Ore = Saya), (Gohan = nasi), dan (tabe = makan) yang artinya “Saya sedang makan nasi.”

*Semua kalimat diatas merupakan kalimat verbal yang sedang berlangsung

Itu merupakan sebagian kecil dari pembahasan pada syntax.

d. Arti dari sebuah kata atau kalimat (Semantics), pelajaran membahas tentang synonym (persamaan kata), antonym (lawan kata), prototype, stereotype, idiom, slang (bahasa gaul), dan lain sebagainya. Kalo mau tahu banget, bisa cari tahu lewat Wikipedia atau sejenisnya.

Masih ada beberapa lagi pelajaran yang udah gue pelajari sebelumnya, seperti discourse analysis, contrastive and error analysis (CEA), dan lain-lain.

  1. Macrolinguistics

Itu merupakan pelajaran subdivisi yang lebih luas pembahasannya, dan ini nih yang pelajaran yang paling gue favoritin, yaitu mempelajari hubungan bahasa dengan faktor dari luar bahasa, dan penerapan ilmu bahasa untuk tujuan praktis. Bidang-bidangnya:

a. Psycholinguistics

Serunya dibidang pelajarannya ini, kita akan mempelajari Lingustics (ilmu bahasa) berkolaborasi dengan Psychology (ilmu psikologi). Bagaimana sih manusia memproduksi dan mengolah bahasa mereka sendiri didalam otak (brain) mereka itu. Salah satu pembahasan yang seru pada pelajaran ini adalah language and gender, dimana gender (jenis kelamin) mempengaruhi pola pembicara seseorang. Dimana gender laki-laki akan sering membicarakan hal yang berhubungan kekuatan, sex, dan business. Sedangkan, perempuan akan sering membicarakan hal tentang family, fashion, dan lifestyle. Dan masih banyak lagi pembahasan yang seru lainnya.

b. Sociolinguistics

Merupakan perpaduan dari “Linguistics” dan “Sociology” (Ilmu sosial). Disini kita mempelajari bahasa dari sudut pandang sosial. Mulai dari tingkatan sosial berpengaruh pada penggunaan bahasa, dialect and accent (dialek dan logat) itu dipengaruh dimana kita tinggal. Misalnya, secara umum bahasa inggris itu punya dua logat yang populer, yaitu American dan British English. Untuk jelasnya dicek di-Youtube gimana perbedaannya, dan begitu juga dengan dialectSlang juga dipelajari disini, seperti yang Zee katakan sebelumnya, “What’s up bro?” itu merupakan bahasa gaulnya dari “how are you?”. Dan masih banyak lagi, pokoknya seru deh.

c. Second Language Acquisition (SLA)

Adalah mata pelajaran yang ngebahas gimana sih manusia memperoleh bahasa mereka. Mulai dari tahap-tahap pemerolehan bahasa berdasarkan umur, yaitu mulai dari lahir hingga dewasa. Bagaimana lingkungan manusia mempengaruhi pemerolehan bahasa. Satu lagi yang lebih seru, yaitu manusia punya critical period saat memperoleh bahasa (masa manusia memperoleh bahasa), dari masa kecil hingga masa awal dewasa. Dan jika masa ini manusia lewatkan saat memperoleh bahasa, maka pemerolehan bahasanya nggak akan sempurna dan nggak bisa berkembang kemampuan bahasanya.

Sebenarnya ada banyak lagi jenis bidang pada macrolinguistics ini. Mungkin karena jurusan gue bahasa inggris untuk pendidikan ya, makanya cuma yang dua bidang ini aja yang ada. Tapi ini udah cukup untuk buat gue gila belajar lagi seperti kasus gue di SMA sebelumnya. Yang dulunya ingin menjadi scientist dibidang BIOLOGI, sekarang yang nggak kalah cool, yaitu akan menjadi scientist dibidang LINGUISTICS.

Selama 3 tahun lebih gue kuliah di jurusan ini, banyak sekali yang gue pelajari itu yang belum pernah gue temuin sebelumnya. Selain pelajaran yang baru, saya menemukan juga bagaimana sih cara berbicara didepan umum, bagaimana cara menggunakan gesture yang benar, intonasi, penekanan kata yang benar, yaitu kita diajarkan melalui banyak presentasi materi-materi yang berikan oleh dosen didepan kelas. Selain diakademik, gue juga punya hobi yang gue kembangin sebelum yaitu nge-rap tapi yang berbahasa inggris. Melalui hobi gue yang satu ini, banyak sekali keberuntungan yang gue dapat, yaitu pronunciation jadi lebih keren, vocabulary lebih banyak tahu, dan juga daya ingat gue meningkat drastis karena sering menghafal berlusin-lusin lirik rap.

Mau cerita sedikit lagi ya, waktu itu disemester 5, gue bareng temen-temen kelompok gue bawain drama yang paling berbeda yang pernah ada, yaitu film “Sherlock Holmes: A Study in Pink”. Bedanya itu, hanya kelompok gue yang bawain drama dengan suasana berbeda,  suasana London, yaitu dialek dan logatnya menggunakan British Englsih (Orang Inggis). Dan paling uniknya lagi, kita menggunakan script (naskah) asli dari film Sherlock Holmes itu, walaupun ada improvisasinya karena disesuaikan dengan suasana drama, yang semula jumlah lembar naskah kita 60, menjadi 40 lembar. Bukan mau sombong atau pamer ya, naskahnya itu sangat panjang banget dibandingkan dengan kelompok lain yang jumlahnya rata-rata 15 lembar, itu hampir 1/3 dari naskah kita. Dan juga durasi dramanya lebih-kurang 1 jam 20 menit dibandingkan dengan yang lain rata-rata 40 menitan. Dosen gue juga nggak nyangka gitu, dan yang paling gue ingat dari dosen gue itu dia bilang “You are excellent!” (Kalian sangat unggul/bagus sekali), hahaha :D. Mungkin itu beberapa kesuksesan yang nggak seberapa gue dapatkan kalo orang lain lihat, selama gue kuliah dijurusan bahasa inggris.

Nggak nyangka aja gitu ya, yang awalnya mau pilih biologi tapi malah ngambil bahasa inggris (dan itu karena bapak gue ngeliat potensi didiri gue juga sih :D). Tapi dengan secuil semangat yang gue punya sebelumnya, gue mendapat banyak sekali insight (wawasan) dan experience (pengalaman), serta banyak sekali dream (cita-cita) yang pingin gue dapetin nanti, terutama menjadi seorang Linguist (Ahli bahasa), menjadi Writer (seorang penulis), serta mendirikan Foundation. Aamiin!

Sekian dari journey (perjalanan) diperkuliahan gue. Keep persuing your dream! Even Einstein doesn’t believe in himself would get his dream (Genius – Season 1: Albert Einstein).

-QOTD-

Kamu bisa panggil saya gila, tapi kegilaan saya butuh skill.” -Bay’ Wo-

 

Wassalam!

1 COMMENT

  1. Thanks bro atas share pengalamannya, kebetulan aku mau ambil kuliah lagi, pi bingung sebelumnya aku ambi d3 M informatika, ni mau ambil s1 pddkn. Antara ekonomi dan B.inggris.

LEAVE A REPLY